Menjadi Warga Negara Cerdas Di Era Revolusi Industri 4.0: Peran, Tantangan, dan Peluang

    



Menjadi Warga Negara Cerdas Di Era Revolusi Industri 4.0: Peran, Tantangan, dan Peluang

Oleh

Irfa Nidaaur Rahma

Progam Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah

Tulungagung

2024


            Saat ini telah memasuki Era Revolusi Industri 4.0, industri ini ditandai dengan adanya kemajuan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data Analytics dan Robotika. Revolusi Industri 4.0 saat ini, terutama AI secara fundamental telah mengakibatkan berubahnya cara manusia berpikir, hidup dan berhubungan satu sama lain (Budi Prasetyo dan Umi Trisyanti, 2018). Kecedasan Buatan seperti AI merupakan teknologi yang dikembangkan untuk membuat sistem komputer dapat meniru kemampuan intelektual manusia. Kecerdasan Buatan AI adalah bidang ilmu komputer yang dikhususkan untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, penciptaan, dan pengenalan gambar. Salah satu tujuan penggunaan AI untuk menciptakan sistem belajar mandiri yang memperoleh makna dari data. Kemudian, AI dapat menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah baru dengan cara layaknya yang dilakukan manusia. Sebagai contoh, teknologi AI dapat merespons percakapan manusia secara bermakna, membuat gambar dan teks asli, dan bahkan dapat membuat keputusan berdasarkan data yang di input. Kemajuan teknologi digital sudah sangat relevan dan sejalan dengan konteks kehidupan modern saat ini. (  Paniarsih, Iswandir, dan Tata Sumitra; 2024 )

            Keberadaan Artificial Intelligence ( AI ) saat ini penyebarannya sudah sangat meluas dan banyak orang telah memanfaatkannya dalam kahidupan sehari-hari, mencakup teknologi sebagai asisten virtual interaktif seperti Google Assistant dan Amazon's Alexa pada smartphone yang digunaakan untuk melakukan tugas sebelumnya hanya dikerjakan oleh manusia, serta teknologi deepface sebagai alat pengenalan wajah dalam foto yang diunggah di media sosial. Alexa memiliki kemampuan untuk melakukan tugas sehari hari manusia seperti menghidupakan lampu, TV, AC, dan lain sebagainya. Selain itu, kecerdasan buatan juga dimanfaatkan pada mobil otonom yang tidak memerlukan pengemudi seperti mobil Tesla,Wuling dan lainnya. penggunaan Google Search dan Google Maps untuk memudahkan dalam bidang pencarian. 

           AI memiliki peluang digunakan juga didalam bidang ekonomi, bisnis dan kesehatan. Dan berikut pembahasannya

1. Dibidang ekonomi dan bisnis, kecerdasan buatan diterapkan pada bidang e-commerce melalui platform-platform seperti Tokopedia, Shopee, Lazada dan platfrom lainnya yang ada di Indonesia. Menurut Herman, kecerdasan teknologi AI dalam sistem Tokopedia berdampak ada peningkatan kualitas layanan. Kini Tokopedia mampu merespons permintaan pelanggan dengan lebih bai, cepat dan tepat dalam memenuhi permintaan.

2. Dalam bidang kesehatan, kehadiran AI memberikan potensi yang baik untuk meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan medis, salah satunya melalui sistem da Vinci dan penerapan teknologi robot dalam operasi bedah. Dengan menggunakan robot, prosedur bedah dapat dilakukan dengan presisi yang lebih tinggi, meminimalkan trauma pada pasien.  Hal ini membuka peluang untukhasil yang lebih baik, pemuliahan yang lebih cepat dan mengurangi resiko komplikasi.

               Namun, teknologi AI juga memiliki pengaruh negatif terhadap kelangsungan sumber daya manusia dalam beberapa pekerjaan. Teknologi AI menjadi ancaman untuk sumber daya manusia karena pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia. Dengan kecanggihan teknologi AI, pekerjaan manusia secara perlahan tergantikan. sehingga dapat mengancam sumber daya manusia dalam beberapa bidang pekerjaan. Meskipun demikian, keberadaan AI tetap memberikan dampak positif dan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masa kini. 

        Di masa depan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI akan terus mengalami kemajuan yang signifkan. Oleh karena itu, manusia perlu terus mengupdate diri agar tetap berkembang ditengah kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan dibidang teknologi. Meskipun perkembangan teknologi  AI dapat menggantikan beberapa pekerjan manusia, namun AI tidak dapat menggantikan emosional yang dimilki manusia. Kita sebagai warga negara harus cerdas dan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan sebijak mungkin dan memanfaatkan dengan sebagamaina mestinya, tidak berlebihan namun tetap pada porsinya. Oleh karena itu sebagai warga negara Indonesia sangat penting untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan kecerdasan emosional agar keberadaan manusia tetap dibutuhkan di masa yang akan datang, sebagai manusia sejati, kita harus memiliki rasa peduli, empati dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup yang menyeluruh. ( Maryani, Irenda, Kholifah dan Tata 2023). 

       






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Part 9 | Filsafat Ilmu | Perpsektif Mimpi dalam Psikologi Islam

Teori komunikasi

TEORI KOMUNIKASI