Part 3 | Filsafat Ilmu | Cara Berfikir Induktif dan Deduktif
Di pertemuan ketiga ini, dilakukan secara online melalui google meet, dikarenakan cuaca tiba tiba hujan deras. Lalu dipertemuan ketiga ini membahas mengenai "Berpikir IImiah dalam Masyarakat Indonesia" dan poin utama nya itu mempelajari tentang cara berfikir
Penalaran induktif dan deduktif adalah sesuatu yang berkaitan dengan cara berfikir. Penalaran induktif adalah cara khusus yang diambil dari pengalaman dan kesimpulan secara umum, contohnya seperti fenomena-fenomena yang ada di kampus misalnya ketika dosen sudah beberapa kali masuk kelas, dan selalu diberi kesan dan sambutan yang sangat hangat dari mahasiswa setelah itu dosen menyimpulkan kalau mahasiswa yang diajarnya sopan dan tertib.
Nah, kalau lawan kata dari induktif adalah deduktif. Penalaran deduktif sendiri merupakan fenomena umum yang diambil kesimpulan secara khusus. Dengan hal ini ketika kita menemukan suatu peristiwa yang tidak lazim disebut juga dndgan anomali. Contohnya ketika berkenalan dengan orang jawa tengah, maka dapat disimpulkan kalau orang jawa tengah itu orangnya sopan dan santun.
Jenis-jenis cara berfikir
1. Berfikir intuitif
Berfikir non analitis, lebih fokus pada solusi yang cepat bukan analisis masalah bahkan tidak tau masalahnya. Contohnya, ketika melihat awan hitam di langit maka akan berfikir kalau tidak lama lagi akan turun hujan
2. Berfikir empiris
Merupakan cara berfikir yang paling umun di masyarakat kita. Cara berfikir ini berdasarkan pengalaman dan menghasilkan pengetahuan berbasis lokal. Contohnya, ketika kita percaya bahwa kura-kura jalannya lambat karena kita sudah mengamati secara langsung bagaimana kura-kura berjalan
3. Berpikir ilmiah
Cara berfikir yang mengacu pada prosedur keilmuan secara sistematis, metodologis, dan operasional. Contohnya ketika kita melakukan penelitian, maka karena rasa ingin tahu yang tinggi tersebut, mendorong untuk seseorang membuka lebih luas wawasannya tentang kelimuan agar penelitiannya berhasil.
Komentar
Posting Komentar