Part 7 | Filsafat Ilmu | Epistemologi
EPISTEMOLOGI
Epistemologi merupakan cabang filsafat yang ke 3 membahas mengenai sumber, struktur, metode dan validitas pengetahuan. Epistemologi adalah salah satu cabang utama dalam filsafat yang membahas tentang pengetahuan: apa itu pengetahuan, bagaimana kita mendapatkannya, dan bagaimana kita bisa membedakan antara apa yang kita benar-benar ketahui dengan apa yang kita hanya kira-kira tahu.
Secara etimologi, kata epistemologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu "episteme" yang berarti pengetahuan atau ilmu, dan "logos" yang berarti kajian atau studi tentang sesuatu. Jadi, epistemologi adalah studi atau kajian tentang pengetahuan itu sendiri.
Epistemologi menurut Ibnu Sina
Menurut Ibnu Sina, semakin kita mendalami ilmu kedokteran, justru kita makin sadar betapa sedikit yang benar-benar kita pahami. Tapi dari kesadaran itu, pengetahuan kita jadi lebih tajam dan mendalam. Artinya, ketika kita serius mempelajari sebuah ilmu, kita akan melihat banyak detail yang belum kita kuasai, dan itu justru membuat kita terdorong untuk terus belajar lebih dalam lagi. Dan itu merupakan konsep yang ada di dalam epistemologi ini
Epistemologi mempunyai cabang yaitu etika, didalam etika membahas mengenai tujuan hidup manusi itu adalah kebahagiaan dan kebahagiaan tidak harus menunggu tua untuk mendapatkannya.
Objek Pengetahuan Sains
Empiris > Empiris dalam pengetahuan berarti sesuatu yang didapatkan dari pengalaman atau pengamatan langsung di dunia nyata. Konsep ini sangat penting dalam ilmu pengetahuan dan metode ilmiah, karena pengetahuan dianggap valid jika didasarkan pada bukti yang bisa dilihat dan diukur. Dengan kata lain, pengetahuan empiris berasal dari fakta-fakta yang ditemukan melalui pengalaman langsung, bukan hanya dari teori atau dugaan belaka.
Yang bisa diteliti dari sains
1. Ilmu alam
2. Ilmu sosial
3. Humaniora
Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan sains adalah humanisme. Humanisme adalah paham filsafat yang mengajarkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengatur dirinya dan lingkungan sekitarnya. Paham ini mendorong manusia untuk menggunakan akal dan pengetahuan untuk memahami serta memanfaatkan alam demi kemajuan diri dan masyarakat. Dengan keyakinan bahwa manusia bisa mengubah nasibnya, humanisme menginspirasi lahirnya pendekatan ilmiah yang lebih terbuka, rasional, dan fokus pada solusi praktis, yang akhirnya mendorong revolusi ilmiah.
Komentar
Posting Komentar